22 Mei 2014 - 01:50
Kemajuan Iran, Sumber Kemarahan Musuh

Dewasa ini kubu arogan dunia sangat gusar menyaksikan kemajuan yang diraih Iran dan pemerintahan Islam tanpa bergantung pada AS dan kekuatan-kekuatan Barat lainnya, melainkan dengan mengandalkan kapasitas dan kemampuan dalam negeri sendiri.

Menurut Kantor Berita ABNA, pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei menegaskan bahwa Republik Islam Iran terbukti bisa meraih kehormatan dan kemajuan tanpa dukungan Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Barat lainnya. Dia juga menilai realitas ini sebagai faktor yang telah membangkitkan kegusaran AS.

Hal ini dia ungkapkan dalam kata sambutannya pada acara wisuda calon perwira Garda Revolusi Islam Iran di Universitas Imam Husain, Teheran, Rabu (21/5).

“Dewasa ini kubu arogan dunia sangat gusar menyaksikan kemajuan yang diraih Iran dan pemerintahan Islam tanpa bergantung pada AS dan kekuatan-kekuatan Barat lainnya, melainkan dengan mengandalkan kapasitas dan kemampuan dalam negeri sendiri. Untuk menanggapi (kegusaran) mereka itu kita mengulang lagi ungkapan terkenal Syahid Baheshti, ‘Matilah akibat kemarahan kalian!’,” tegasnya.

Menurut Khamenei, isu-isu yang dikembangkan oleh kekuatan-kekuatan raksasa dunia untuk menyudutkan Iran, termasuk isu nuklir dan hak asasi manusia (HAM) adalah nonsen dan tendensi belaka. “Dengan dalih dan tekanan inilah mereka berusaha mengalihkan bangsa Iran dari resistensinya di depan pemaksaan kehendak dan gertakan mereka, namun hal ini tidak akan pernah terjadi,” ujar Khamenei.

Dia menambahkan, “Bangsa Iran telah membuktikan keberdayaannya di berbagai bidang dan menunjukkan kemampuannya meraih kemajuan sains dan sosial serta pengaruh internasional dan kehormatan politik tanpa bersandar pada AS.”

Dia juga menilai Iran didukung oleh mayoritas khalayak dunia. Dia mengatakan, “Meski ada sepak terjang (Barat) sedemikian rupa, dewasa ini mayoritas masyarakat dunia mempercayai dan memuji bangsa Iran.”

Rahbar juga menyinggung upaya imperium media negara-negara adidaya dunia untuk mencegah masyarakat internasional sadar akan kemajuan dan keberhasilan bangsa Iran. Ia menjelaskan, dengan memperhatikan upaya-upaya ini, sekarang banyak dari masyarakat dunia yang percaya kepada rakyat Iran dan sebagian besar dunia bersama bangsa Iran.

Di bagian lain pidatonya, Rahbar memprotes penggunaan istilah palsu "masyarakat internasional" sebagai lawan Republik Islam Iran. "Realitasnya adalah mereka bukan masyarakat internasional dan hanya segelintir negara arogan yang dipengaruhi korporasi-korporasi milik Zionis," tegasnya.

Masyarakat internasional, katanya, adalah negara-negara dan bangsa-bangsa yang tertindas dan tidak kuasa menentang arogansi kekuatan-kekuatan besar dunia karena ditekan. Akan tetapi jika ada peluang, pasti mereka akan menunjukkan penentangannya.

“Masyarakat dunia,” lanjutnya, “adalah bangsa-bangsa dan pemerintah-pemerintah tertindas yang akibat tekanan kekuatan-kekuatan besar tidak berani menunjukkan perlawanan terhadap mereka, dan seandainya mendapatkan kesempatan maka pasti akan menunjukkan perlawanan… Masyarakat dunia adalah para para ilmuwan, pemikir, penuntut kebaikan dan pendamba kebebasan dunia.”

Menurut Rahbar, Islam adalah satu-satunya jalan keselamatan manusia dari peristiwa-peristiwa mengerikan sepanjang masa dan merupakan jalan untuk merealisasikan kemuliaan manusia.

"Pemuda-pemuda beriman dan loyal adalah para pembangun masa depan Iran dan merupakan cikal bakal utama terbentuknya kebudayaan baru Islam," tandasnya. [LI/IRIB]